Senjata baru mengerikan yang diklaim bisa hancurkan artileri Korut.

Sejak Semenanjung Korea terpecah pasca Perang Dunia II, dipertajam
dengan konflik bersenjata era 1950-1953, Korea Selatan dan Korea Utara
tak pernah akur. Keduanya saling siap tempur.
Baru-baru ini
Korsel merilis senjata baru yang diklaim "mengerikan", yang bisa
menghancurkan artileri Korut dalam kecepatan tinggi. Juga bisa digunakan
untuk kegiatan mata-mata.
Namanya adalah "Devil Killer",
pesawat tanpa awak yang bisa meledakkan dirinya sendiri itu, akan
diluncurkan dalam waktu dua tahun. Memperkuat armada tempur pada 2015
mendatang.
"Devil Killer", seperti dimuat Korea Times,
dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI) yang didanai negara.
Pesawat diklaim itu bisa menyerang target jarak pendek dengan presisi
tinggi.
"Devil Killer" akan dilengkapi dengan kamera video,
navigasi berteknologi tinggi, dan bom berdaya ledak luar biasa. Ia
diklaim bisa menemukan target dengan tepat saat terbang di atas langit,
dan lalu menabraknya hingga meledak.
Pesawat itu memiliki
panjang 1,5 meter, dengan lebar 1,3 meter, bisa terbang dengan kecepatan
mimimum 350-400 kilometer per jam. Ia dengan mudah bergerak karena
memiliki sayap yang bisa dilipat, sementara tanki portabelnya
berkapasitas 35 kilogram.
Ia bisa dipakai untuk meledakkan
artileri pantai Gaemori yang terletak 15 kilometer dari Korsel hanya
dalam waktu empat menit, jika diterbangkan dari pulau yang sangat kecil,
Yeonpyeong -- yang pada November 2010 lalu dihajar artileri Korut.
"Devil
Killer" juga diklaim bisa menghantam target yang ada dalam wilayah
berdiameter 40 kilometer di Baengyrong dan Daecheong dalam watu 10
menit. Pesawat itu juga bisa menghancurkan kendaraan berpelindung
bantalan (air cushion) yang melaju dengan kecepatan 80 kilometer per jam.
Sementara, seperti dimuat Chosun Ilbo,
Korsel sedang bekerja sama meningkatkan performa angkatan udaranya
dalam beberapa tahun. Negara itu juga sedang memulai proses alih
teknologi tinggi pesawat mata-mata canggih Boeing Phantom Eye untuk
mengawasi pergerakan pasukan Korea Utara di dekat perbatasan.
Sumber: LiveScience, Wired
0 Comments:
Post a Comment