Sebagian pengguna komputer berpendapat bahwa apabila kapasitas hard disk cukup besar haruslah dibagi ke dalam beberapa partisi. Pendapat ini dapat dibenarkan supaya pengalokasian data-data dapat diatur dengan baik. Misalnya membedakan tempat penyimpanan data-data dokumen dan tugas kantor, data-data pribadi, dan file-file hiburan multimedia. Pembagian tersebut dapat diatur sesuai selera pengguna.
Berikut saya perlihatkan sebuah pembagian partisi hard disk yang baik, dimana dari keseluruhan hard disk dibagi menjadi tiga partisi. Partisi C adalah 30 GB, lalu partisi D 40 GB, dan partisi yang terakhir D adalah 80 GB. Pengalokasian ini sangat baik karena C digunakan untuk sistem operasi dan program, lalu D digunakan untuk penyimpanan data, dan yang terakhir yang berkapasitas paling besar yaitu E digunakan untuk alokasi file hiburan/multimedia.
Pada pengalokasian kapasitas hard disk seperti di atas, semua file akan tersimpan dengan aman di dalam drive-nya masing-masing. Adapun kalau terjadi error pada sistem, maka ketika melakukan format ulang, data-data tidak akan hilang karena berbeda partisinya dengan sistem operasi.
Di sisi lain, usahakan agar drive C memiliki ruang/space kosong sebanyak mungkin. Jangan menyimpan file data yang bersifat statis di drive C, misalnya seperti file musik dan film atau file-file yang jarang digunakan. Drive C membutuhkan ruang/space kosong yang banyak karena Windows secara otomatis akan menggunakan ruang kosong tersebut. Ketika menjalankan beberapa program pada komputer secara bersamaan dan program yang dijalankan ternyata terlalu banyak memakai kapasitas memory, sedangkan RAM (Random Access Memory) komputer terbatas, maka Windows akan memanipulasi ruang/space kosong pada drive C menjadi virtual memory.
Usahakan untuk menyimpan data pada partisi yang dikhususkan untuk data. Hal ini sangat penting. Tidak jarang sistem operasi (Windows) mengalami kerusakan dan harus di-install ulang. Bila data disimpan di dalam drive C, ketika dilakukan format ulang semua data tersebut akan terhapus. Supaya keduanya aman, simpanlah data di drive khusus data sehingga data aman dan Windows juga memperoleh ruang/space kosong yang cukup untuk membuat virtual memory (file swapping).
Artikel ini diadaptasi dari buku Hard Disk: Technology, Troubleshooting, Data Recovery
Penulis: Muzammil Sanusi
Penerbit: Elex Media Komputindo
Penulis: Muzammil Sanusi
Penerbit: Elex Media Komputindo
0 Comments:
Post a Comment