Friday, September 28, 2012

Google Chrome Permudah Trend Voice Dan Video

Sebuah teknologi plugin browser gratis yang dikeluarkan Microsoft digunakan untuk komunikasi suara dan video, diusulkan pendekatan yang berbeda karena disukai vendor browser lain, termasuk Google Chrome Dan Mozilla Firefox.
Nah,… siapa yang belum coba browser Google Chrome? Tidak perlu heran dengan ketenaran Google Chrome yang mudah digunakan dan mendukung banyak aplikasi, akhirnya akan mendukung penuh voice dan video atau setara dengan Skype.
Hebat kan?… jadi dimanapun, pakai perangkat siapapun (misalnya pinjam karena tak sanggup beli :p), cukup melalui web browser sudah bisa menghubungi si Mbok dikampung halaman.

Plugin Gratis Microsoft Akan Dukung Google Chrome

Microsoft secara resmi mengumumkan plugin gratis, Senin ini. Plugin yang disebut Customizable, Ubiquitous Real Time Communication Over the Web (CU-RTC-Web) merupakan kontribusi Microsoft pada WebRTC W3C, yang berfungsi pada API umum untuk voice chat dan video antara web browser.
Google Chrome Voice Google Chrome Permudah Trend Voice Dan Video
Google Chrome dukung Voice dan Video
Komitmen Microsoft dalam teknologi seperti ini merupakan masalah besar untuk masa depan ‘aplikasi messaging’ sekelas Skype dan lainnya. Skype juga sudah berfungsi pada versi berbasis web browser yang mampu mengirimkan data suara dan panggilan video. Sementara WebRTC bisa membuat kemampuan sama yang bisa diakses di berbagai browser tanpa perlu aplikasi browser atau plugin.
Teknologi ini juga bisa membantu Skype membuka dinding pemisah, dan memungkinkan interoperabilitas antara pengguna Skype dan Google Talk, atau layanan pihak ketiga.
Skype dan Microsoft telah terlibat dalam proyek standar WebRTC di IETF dan W3C sejak tahun 2010. Namun, sampai sekarang proyek ini semakin tenggelam terutama jika membandingkannya dengan vendor browser lain. Google Chrome merupakan pendukung awal WebRTC berbasis suara, dan belakangan juga menjadi bagian penting dari teknologi Chrome versi stabil. Mozilla dan Opera juga sudah mendukung penuh fungsi WebRTC.

Fleksibilitas, Tidak Ada Codec Yang Hanya Mendukung Google Chrome

Perbedaan usulan Microsoft dan teknologi yang diterapkan oleh Google Chrome dan browser lain, hanya berupa isu codec dan cara media mengirimkannya melalui jaringan yang telah ditentukan, dengan sedikit pengembangan aplikasi yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan kemampuan masing-masing web browser.
Di luar masalah ini, Google dan Mozilla ingin menggunakan VP8, codec video open source yang diusung Google Chrome pada tahun 2010 sebagai video codec player default untuk WebRTC. Semua vendor browser yang terlibat akhirnya akan setuju pada standar umum. Namun, Microsoft jelas tidak ingin meninggalkan masa depan media komunikasi real-time pada Mozilla Firefox dan Google Chrome.



Sumber

0 Comments:

Post a Comment